Latar belakang

Globalisasi telah terjadi. Batas-batas kewila-yahan menjadi kabur. Dunia kini seakan menyatu menjadi sebuah entitas besar. Peris-tiwa yang terjadi di ujung salah satu benua, berapapun jauhnya, dapat segera diketahui oleh masyarakat di ujung benua yang lain. Begitu juga, lalu-lintas pergerakan barang dan modal meningkat pesat. Produk-produk se-buah negara bertebaran di berbagai pasar di negara lain, sementara produk-produk asing dapat dengan mudah ditemukan di pasar domestik.

Keberadaan World Trade Organization (WTO), yang sejak tahun 1995 menggantikan General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) sebagai fasilitator perdagangan internasional, semakin menegaskan arah menuju integrasi ekonomi. Melalui prinsip-prinsip umum dan aturan-aturan yang disepakati dalam berbagai pertemuan WTO, hambatan-hambatan tarif dan nontarif dalam perdagangan internasional dikurangi atau dihapus. Persaingan antar pelaku usaha di negara-negara berbeda se-makin ketat dan pelaku-pelaku usaha yang kalah akan merugi atau bahkan terpaksa tutup.

Di tengah situasi tersebut, tidak mengheran-kan bila masing-masing negara berlomba untuk menciptakan lingkungan usaha yang kondusif bagi pelaku-pelaku usaha domestik sehingga bisa memenangkan persaingan di pasar internasional. Dengan kata lain, tidak mengherankan bila masing-masing negara berlomba untuk meningkatkan daya saing nasional di tengah perekonomian global. Pakar-pakar ekonomi sepakat bahwa keber-hasilan pelaku-pelaku usaha domestik meme-nangkan persaingan di pasar internasional tidak hanya akan menguntungkan para pelaku usaha itu sendiri, tetapi juga akan membawa manfaat bagi perekonomian, baik secara langsung dalam bentuk penambahan produk domestik bruto (PDB), maupun secara tidak langsung dalam bentuk penerimaan pajak dan penciptaan lapangan kerja.

Tujuan

Tujuan penulisan Laporan Daya Saing Indonesia 2013 adalah:

1. Mengukur secara kuantitatif daya saing Indonesia di tengah perekonomian global;

2. Memetakan posisi daya saing Indonesia di antara negara-negara di dunia, baik seca-ra keseluruhan maupun per komponen, subkomponen atau indikator.

Manfaat

Laporan Daya Saing Indonesia 2013 ini di-harapkan dapat bermanfaat untuk:

1. Memberikan gambaran kuantitatif terkini tentang daya saing Indonesia di tengah perekonomian global;

2. Memberikan gambaran tentang posisi terkini daya saing Indonesia di antara perekonomian utama dunia, baik secara keseluruhan maupun per komponen, subkomponen atau indikator.

Luaran

Luaran dari penulisan Laporan Daya Saing 2013 ini adalah sebuah buku dengan judul yang sama. Buku tersebut selanjutnya akan dipublikasikan dan didistribusikan secara gratis, baik dalam bentuk cetak maupun soft-copy dalam format pdf.

Metodologi

Pengukuran daya saing Indonesia dilakukan secara kuantitatif menggunakan sebuah indeks komposit yang juga melibatkan 49 negara lain sebagai pembanding. Indeks komposit ini, sesuai tujuannya, diberi nama Indeks Daya Saing Indonesia.

Indeks Daya Saing Indonesia mencakup sembilan komponen, yaitu:

1. Capaian dasar kesejahteraan sosial;

2. Capaian makroekonomi;

3. Daya dukung infrastruktur;

4. Daya dukung teknologi;

5. Kapabilitas inovasi;

6. Kapabilitas kelembagaan;

7. Kinerja dunia usaha;

8. Keberlanjutan; dan

9. Kemandirian.

Masing-masing komponen selanjutnya terdiri dari beberapa subkomponen dan sejumlah indikator. Secara keseluruhan, jumlah indikator yang digunakan mencapai 95 item. Indikator-indikator tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk laporan-laporan resmi dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), United Nations Development Programs (UNDP), International Labor Organization (ILO), International Energy Agency (IEA), World Health Organisation (WHO) dan World Bank.