Latar Belakang

Berdasarkan UUD 1945 pasal 28 H ayat 1 kesehatan merupakan hal yang mendasar bagi setiap manusia dan merupakan hak asasi setiap manusia. Mengacu pada rencana strategis Kementrian Kesehatan tahun 2010-2014 dengan visi mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan, sehingga dibutuhkan kondisi pembangunan pelayanan kesehatan yang mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu indikator pencapaian pembangunan pelayanan kesehatan adalah ketersediaan alat kesehatan. Alat kesehatan merupakan sektor perangkat peralatan medis yang memiliki peranan penting dalam proses diagnosis, pencegahan, pemantauan, dan pengobatan penyakit serta dalam eningkatkan kualitas hidup. Alat kesehatan merupakan komoditi yang spesifik dan mempunyai nilai jual yang besar. Pertumbuhan pasar alat kesehatan seiring dengan pertumbuhan teknologi dan bergesernya jenis penyakit karena gaya hidup. Sampai saat ini kebutuhan alat pada alat kesehatan impor. Hal ini disebabkan karena industri dalam negeri belum bisa memproduksi alat kesehatan canggih. Menurut laporan dari Badan Kefarmasian dan Alat Kesehatan 2012.

Tercatat dari total penjualan alat kesehatan sebesar Rp 6,732 milyar. Market share bagi produsen dalam negeri hanya mencapai . Artinya, impor peralatan medis di Indonesia mencapai 97% terutama untuk peralatan yang berteknologi tinggi antara lain peralatan bedah, laser medis dan peralatan diagnostik. Industri dalam negeri seharusnya bisa mengambil peluang strategis ini.

Industri dalam negeri seharusnya dapat mengambil celah dan mampu berdaya saing karena potensi Indonesia masih besar untuk mengembangkan dan memproduksi alat-kesehatan tersebut. Untuk itu perlu ada usaha nyata yang sistematik dan strategis untuk meningkatkan peran dan kapasitas industri nasional sehingga dapat memenuhi kebutuhan barang modal dan alat kesehatan nasional dalam menghadapi daya saing global. Hal ini sebagai upaya melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan.

Tujuan

1. Mengawal daya saing industri alat kesehatan Indonesia dalam rangka mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.

2. Meningkatkan peran dan kapasitas industri nasional sehingga dapat memenuhi kebutuhan barang modal dan alat kesehatan nasional dalam menghadapi daya saing global.

Luaran

1. Laporan Daya Saing Industri Alat Kesehatan di Indonesia 2013

2. Special Report untuk membahas isu-isu terkini.

Metodologi

Laporan Daya Saing Industri Alat Kesehatan di Indonesia 2013 ini disusun berdasarkan data-data sekunder yang dihimpun dari berbagai sumber yang terkait seperti data dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI. Di samping itu, laporan ini juga didukung dengan adanya pemikiran-pemikiran besar dari pakar terkait.